Photo by Markus Winkler: https://www.pexels.com/photo/white-and-black-braille-machine-5198206/

Memprediksi Kebangkrutan dengan Model Altman Z-Score

Bagi mahasiswa akuntansi yang bingung membuat skripsi mungkin kamu bisa menambahkan variable kesulitan keuangan atau kebangkrutan di variabel dependen kamu. Memprediksi kebangkrutan dengan model Altman Z-Score adalah salah satu model yang bisa digunakan. Mungkin kamu bisa menambahkan pengaruh kesulitan keungan terhadap Good Corporate Governance, Auditor Switching, ataupun terhadap variabel independen kecurangan laporan keuangan dan lain-lain.

Model Altman Z score adalah model untuk memprediksi kesulitan keuangan atau kebangkrutan perusahaan. Kesulitan keuangan adalah ketidak mampuan perusahaan untuk membayarkan kewajiban-kewajibannya akibat arus kas yang kurang baik. Jika ini terus terjadi dalam waktu yang lama, tentu akan menyebabkan perusahaan megalami kebangkrutan.

Menurut Weston & Copeland (1997:510), kebangkrutan adalah sebagai suatu kegagalan yang terjadi dalam perusahaan tersebut dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Kegagalan Ekonomi (Economic Distressed) Kegagalan dalam arti ekonomis bahwa pendapatan perusahaan tidak mampu lagi menutup biayanya, yang berarti bahwa tingkat labanya lebih kecil daripada biaya modalnya. Definisi yang berkaitan adalah bahwa nilai sekarang dari arus kas perusahaan itu lebih kecil dari kewajibannya.
2. Kegagalan Keuangan (Financial Distressed) Insolvensi memiliki dua bentuk yakni Default teknis yang terjadi bila suatu perusahaan gagal memenuhi salah satu atau lebih kondisi didalam ketentuan hutangnya, seperti rasio aktiva lancar dengan hutang lancar yang ditetapkan, serta kegagalan keuangan atau ketidakmampuan teknik (technical insolvency) yang terjadi apabila perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya pada waktu yang telah ditentukan walaupun harta totalnya melebihi hutangnya.

Untuk memahami lebih dalam cara mempredikasi kebangkrutan dengan model Altman Z-Score berikut kita bahas secara mendalam

Apa itu Altman Z-Score

Altman Z-Score adalah sebuah model untuk memprediksi kesulitan keuangan atau memprediksi kebangkrutan yang dikembangkan oleh Professor Bisnis dari New York University bernama Edward I. Altman pada tahun 1968. Kesulitan keuangan atau kebangkrutan perusahaan bisa diawali dengan menganalisis tanda-tanda yang muncul pada data laporan keuangan perusahaan.

Altman memprediksi kebangkrutan perusahaan dengan mengkombinasikan rasio-rasio keuangan yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan. Ada 5 rasio yang dikombinasikan oleh Altman. Rasio-rasio tersebut menggambarkan kemampuan manajemen dalam mengelola aktiva perusahaan. Adapun rasio-rasio yang dikombinasikan Altman sebagai berikut.

  1. working capital to total assets
  2. retainde earning to total asset
  3. earning before interest and tax to total assets
  4. market value to book value of total debt
  5. total revenue to total assets

Kelima rasio tersebut masing-masing diberi bobot. Adapun fungsi dari masing-masing rasio diatas adalah sebagai berikut :

  1. Working Capital to Total Assets ( Modal kerja terhadap total aktiva ) adalah rasio untuk mengukur tingkat likuiditas perusahaan. Caranya yaitu membandingkan net current asset dengan total asset serta dinyatakan dalam persen (%)
  2. Retained Earnings to Total Assets Laba ditahan terhadap total aktiva digunakan untuk mengukur profitabilitas kumulatif dengan membandingkan laba ditahan dengan total aktiva yang dinyatakan dalam persen (%).
  3. Earnings Before Interest and Tax to Total Assets adalah rasio yang membandingkan antara pendapatan sebelum pajak dan bunga terhadap total aktiva. Rasio ini untuk mengukur produktivitas aktiva sebenarnya dari aktiva perusahaan. Rasio ini dinyatakan dalam persentase (%)
  4. Market Value Equity to Book Value of Total Debt adalah rasio untuk menghitung berapa banyak aktiva perusahaan dapat turun nilainya sebelum hutang lebih besar daripada aktiva perusahaan. Rasio ini dinyatakan dalam persentase (%)
  5. Sales to total asset adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghadapi kondisi persaingan. yaitu dengan membandingkan penjualan dengan total aktiva yang dinyatakan dalam kali (x)

Cara menghitung Altman Z Score

Setelah sebelumnya kita bahas apa itu altman z-score berikut kita jelaskan cara memprediksi kesulitan keuangan perusahaan dengan model altman z-score. Altman Z-score memiliki 3 model antara lain:

  1. Model Altman Z-Score (1968)
  2. Model Altman Z-Score Revisi
  3. Model Altman Z-Score Modifikasi

Sejak pertama kali ditemukan pada 1968, model altman z-score terus direvisi agar aplikasinya bisa dilakukan untuk seluruh peruasahaan, baik go publik ataupun perusahaan swasta.

Model Altman Z-Score (1968)

Model altman Z-score (1968) adalah model yang pertama kali ditemukan oleh altman. Model ini cocok untuk memprediksi kebangkrutan untuk perusahaan manufaktur yang go public. Persamaannya sebagai berikut:

Z = 1,2XI + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 0,999X5

Keterangan:
Z = bankrupcy index
X1 = working capital / total asset
X2 = retained earnings / total asset
X3 = earning before interest and taxes/total asset
X4 = market value of equity / book value of total debt
X5 = sales / total asset

Nilai Z adalah index keseluruhan multiple discriminant analysis. Dengan cara membaca hasil dari nilai Z dengan parameter berikut:

a. Jika nilai Z < 1,8 maka termasuk perusahaan yang bangkrut.
b. Jika nilai 1,8 < Z < 2,99 maka termasuk grey area (tidak dapat ditentukan apakah perusahaan sehat ataupun mengalami kebangkrutan).
c. Jika nilai Z > 2,99 maka termasuk perusahaan yang tidak bangkrut.

Model Altman Z-Score Revisi

Model altman z-score revisi adalah model yang dikembangkan dari model altman z-score sebelumnya. Altman menyadari bahwa ada kekurangan dari model sebelumnya. Model ini dikembangkan agar selain dapat digunakan untuk perusahaan manufaktur yang go public juga dapat digunakan untuk perusahaan disektor swasta. Altman mengubah Market Value of Equity (X4) menjadi book value of equity karena diperusahaan privat tidak memiliki harga pasar ekuitas.

Z’= 0,717X1 + 0,847X2 + 3,108X3 + 0,42X4 + 0,988X5

Keterangan:
Z = bankrupcy index
X1 = working capital / total asset
X2 = retained earnings / total asset
X3 = earning before interest and taxes/total asset
X4 = book value of equity / book value to total debt
X5 = sales / total asset

Klasifikasi perusahaan yang sehat dan bangkrut didasarkan pada nilai Z-score model Altman (1983), yaitu: a. Jika nilai Z’ < 1,23 maka termasuk perusahaan yang bangkrut.
b. Jika nilai 1,23 < Z’ < 2,9 maka termasuk grey area (tidak dapat ditentukan apakah perusahaan sehat ataupuan mengalami kebangkrutan).
c. Jika nilai Z’ > 2,9 maka termasuk perusahaan yang tidak bangkrut.

Model Altman Z-Score Modifikasi

Adalah model yang disempurnakan oleh altman pada 1995. Model ini dapat diterapkan terhadap semua perusahaan baik manufaktur, non manufaktur (perusahaan jasa, property, dll), dan perusahaan penerbit obligasi di negara berkembang. Adapun persamaannya sebagai berikut:

Z = 6,56X1 + 3,26X2 + 6,72X3 + 1,05X4

Keterangan:
Z = bankrupcy index
X1 = working capital/total asset
X2 = retained earnings / total asset
X3 = earning before interest and taxes/total asset
X4 = book value of equity/book value of total debt

Dengan klasifikasi sebagai berikut:

a. Jika nilai Z < 1,1 maka termasuk perusahaan yang bangkrut.
b. Jika nilai 1,1 < Z < 2,6 maka termasuk grey area (tidak dapat ditentukan apakah perusahaan sehat ataupun mengalami kebangkrutan).
c. Jika nilai Z > 2,6 maka termasuk perusahaan yang tidak bangkrut.

Contoh perhitungan Altman Z-Score pada Perusahaan Property

Agar lebih mudah memahami bagaimana cara memprediksi kebangkrutan dengan model altman z-score, berikut contoh perhitungan altman z-score untuk perusahaan property. Data keuangan dapat diambil dari laporan tahunan perusahaan.

contoh perhitungan altman z-score untuk perusahaan property

Rasio altman z-score terdiri dari rasio-rasio didalamnya yang dibandingkan. untuk detail dari rasio-rasio yang menjadi dasar perhitungan altman z-score, berikut saya berikan contoh perhitungan rasio-rasio lain yang digunakan untuk menghitung rasio altman z-score:

contoh perhitungan Working Capita, EBIT, Book value of equity/market value of equity.

Demikian semoga tulisan ini cukup membantu bagi mahasiswa yang sedang membuat skripsi dengan variabel kesulitan keuangan model altman z-score.

Julius

Finance & IT Enthusiast - Finance at start up company who interested in IT, Investing, and Business. Follow our media social to get latest update.

Leave a Reply