pexels-pixabay-262470

Pahami Economic Moat Sebelum Beli Saham Teknologi

Membeli saham teknologi sebenarnya tidak disarankan oleh Benjamin Graham. Benjamin Graham adalah Guru Warren Buffet dan penulis buku The Intelligent Investor yang merupakan buku pegangan bagi para investor saham. Alasannya karena perusahaan teknologi tidak memiliki economic moat dan sulit untuk memilih pemenang di bisnis tersebut. Namun, baru-baru ini Warren Buffet melalui perusahaannya Berhshire Hathaway membukukan keuntungan Rp. 1.723 Triliun dari saham Apple yang merupakan saham teknologi. Mengapa Warren Buffet tidak mengikuti ajaran dari gurunya? Alasannya diera teknologi seperti sekarang banyak perusahaan teknologi yang kinerjanya bagus seperti saham Apple. Apple memiliki kekuatan merk dan ekosistem yang bagus (economic moat). Oleh karena itu, pahami economic moat sebelum beli saham teknologi.

Perusahaan teknologi seringkali masih mencatat kerugian. Seperti saham Bukalapak (BUKA) dan Gojek Tokopedia (GOTO) yang baru saja melantai di IHSG. Tapi economic moat yang baik bisa saja menjadi game changer perusahaan untuk mencetak laba. Karena perusahaan teknologi dengan market share yang tinggi, paten, teknologi, dan skala ekonomi yang baik akan sulit dikalahkan oleh competitor. GOTO grup mengklaim bahwa GOTO adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Untuk mendapatkan economic moat GOTO harus menjadi pemenang di industrinya. Namun, perusahaan teknologi seperti BUKA dan GRAB yang IPO di AS saat ini harga sahamnya masih tertekan. Sehingga perlu untuk melihat nilai valuasi perusahaan teknologi selain bisnis modelnya.

Apa Itu Economic Moat

Economic Moat dipopulerkan oleh Warren Buffet. Economic moat (parit ekonomi) adalah kemampuan perusahaan untuk menjaga keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan sehingga menjadikannya unggul dari competitor. Keunggulan kompetitif adalah cara perusahaan untuk mampu bertahan hidup dengan mengamankan profit jangka panjang dan market share dari competitor.

Dikutip dari CNBC, Warren Buffet berkata salah satu jenis keunggulan kompetitif adalah ketika sebuah perusahaan menjadi produsen berbiaya rendah karena skala ekonomi dan bisnis modelnya. Jenis keunggulan yang kedua, ketika perusahaan memiliki waralaba produk atau merk yang kuat dimana klien bersedia untuk membayarnya. Contoh dari keunggulan kompetitif jenis yang pertama adalah ketika perusahaan asuransi menjual produk langsung ke konsumen tanpa melalui agent asuransi. Tentu akan membuat harganya menjadi lebih kompetitif. Untuk jenis yang kedua, contohnya adalah starbucks dan coca cola. Orang-orang rela membeli starbucks walaupun harganya mahal karena kekuatan merknya.

konsep economic moat

Selain itu, Warrant Buffet mengatakan bahwa membeli bisnis ibarat membeli kastil dan dari sanalah istilah economic moat muncul. Warren Buffet mengibaratkan membeli sebuah bisnis atau perusahaan sama seperti membeli kastil dengan parit yang mengelilinginya. Parit harus luas dan dalam agar dapat melindungi kastil dan raja didalamnya. Begitupun dengan keunggulan kompetitif yang kuat akan menciptakan parit ekonomi yang luas sehingga menghambat perusahaan untuk masuk dan mengendalikan kastil.

Pertanyaan penting yang dikatakan Warren Buffet ketika menilai “moat”perusahaan adalah :

“We are trying to figure out what is keeping — why is that castle still standing? And what’s going to keep it standing or cause it not to be standing five, 10, 20 years from now. What are the key factors? And how permanent are they? How much do they depend on the genius of the lord in the castle?”

Jika diterjemahkan yaitu:

““Kami mencoba mencari tahu apa yang disimpan — mengapa kastil itu masih berdiri? Dan apa yang akan membuatnya tetap berdiri atau menyebabkannya tidak bertahan lima, 10, 20 tahun dari sekarang. Apa saja faktor kuncinya? Dan seberapa permanen mereka? Berapa banyak mereka bergantung pada kejeniusan tuan di kastil? ”

Tentu yang dimaksud pertanyaan tersebut adalah apa saja keunggulan kompetitif perusahaan yang dapat menyebabkan perusahaan bertahan 5, 10,atau bahkan 20 tahun dari sekarang. Sehingga layak bagi kita untuk membelinya. Keunggulan kompetitif dapat berupa :

  1. Paten
  2. Teknologi
  3. Sumber daya
  4. Manajamen
  5. Merk dagang
  6. Sekala ekonomi
  7. Dan lain sebagainya

Karakteristik keungan perusahaan yang memiliki economic moat yang bagus adalah sebagai berikut:

  1. Menghasilkan arus kas bebas yang besar dan memiliki rekam jejak pengembalian yang konsisten
  2. Memiliki Net Profit Margin (NPM) dan Gross Profit Margin (GPM) yang lebih baik dibandingkan rata-rata industri atau competitor. GPM dan NPM adalah rasio profitabilitas. NPM untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualannya serta GPM adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba kotor.

Bagaimana Menciptakan Economic Moat

Ada beberapa cara untuk menciptakan economic moat bagi perusahaan sehingga meningkatkan profitabilitas dan market share sehingga membantu perusahaan untuk bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama dan terus bertumbuh. Beberapa cara untuk meningkatkan economic moat menurut investopedia adalah sebagai berikut:

Cost Advantage

Cost advantage adalah keunggulan biaya sehingga dapat menurukan harga produksi barang atau jasa yang dihasilkan. Keunggulan ekonomi yang yang tidak bisa ditiru oleh competitor adalah sebuah economic moat yang efektif. Ini dapat menekan competitor untuk keluar dari pangsa pasar perusahaan atau mencegah competitor lain masuk ke pangsa pasar yang dimiliki oleh perusahaan. Contoh dari keunggulan kompetitif cost advantage adalah perusahaan asuransi GEICO yang merupakan anak perusahaan Berkshire Hathaway, dimana GEICO memiliki market secara langsung ke konsumen lokal tanpa melalui agen asuransi sehingga mampu menawarkan harga yang murah.

Size Advantage

Menjadi sebuah perusahaan besar memberikan keuntungan bagi perusahaan meningkatkan economic moat perusahaan. Pada ukuran perusahaan tertentu, akan meningkatkan skala ekonomi. Sehingga beberapa produk atau jasa dapat diproduksi dengan biaya yang rendah karena skala produksinya begitu besar. Contohnya perusahaan industry seperti industry roti. semakin besar perusahaannya, maka akan meningkatkan produksi hingga berskala besar sehingga dapat menurunkan biaya produksi.

High Switching Cost

Jika perusahaan diibaratkan sebagai ikan didalam kolam. Ikan yang besar memiliki keuntungan sendiri. Ketika perusahaan mampu menjadi pimimpin pasar diindustrinya, pemasok dan pelanggan akan mendapatkan biaya peralihan yang tinggi jika beralih ke competitor lain. Contoh sederhana adalah saat membeli paket internet. Jika kita membeli internet di perusahaan A yang merupakan penguasa pasar harganya 100 ribu perbulan. Namun, saat kita beralih keperusahaan B harganya 120 ribu perbulan. Biaya 20 ribu perbulan ini adalah biaya peralihan.

Intangible

Intangible asset atau asset tidak berwujud jenisnya bermacam-macam. Seperti paten, teknologi, merk, lisensi pemerintah dan lain sebagainya. Memiliki intangible asset seperti merk yang memiliki brand awareness baik akan meningkatkan citra produk terhadap customer. Sehingga customer setia dan loyal membeli produk perusahaan. Contohnya adalah starbucks. Starbucks membangun bisnisnya dengan meningkatkan brand awareness terhadap produknya. Sehingga customer mau membayar mahal demi secangkir kopi.

Soft Moats

Yang terkahir adalah soft moat, ini sangat sulit diidentifikasi. Contoh dari soft moats adalah manajemen yang baik dan budaya perusahaan yang unik. Meskipun sulit dijelaskan, kepemimpian yang baik dan manajemen yang kreatif tentunya akan berkontribusi terhadap kesuksekan ekonomi perusahaan. Untuk perusaahaan yang baru, sangat sulit diamati. Biasanya, ini akan bisa diamati ketika perusahaan bergerak menjadi perusahaan yang maju.

Julius

Finance & IT Enthusiast - Finance at start up company who interested in IT, Investing, and Business. Follow our media social to get latest update.

One thought to “Pahami Economic Moat Sebelum Beli Saham Teknologi”

Leave a Reply