Kenali Apa Itu Ponzi, Ciri-ciri dan Cara Menghindarinya!

Ponzi atau investasi palsu belakangan ini marak bermuculan. Ponzi menawarkan keuntungan yang sangat besar, dengan cara yang mudah dan tentunya dalam waktu yang sangatlah singkat.

Apakah kalian juga menginginkan jenis investasi seperti ini? Ya…. hampir semua orang ingin memiliki investasi seperti ini.

Tetapi, apakah kalian sudah memastikan bahwa investasi seperti ini benar-benar memberikan keuntungan seperti yang sudah di janjikan di awal?

Lalu, bagaimana jika ternyata investasi yang sudah di bayangkan indah dan menggiurkan ini ternyata adalah sebuah penipuan?

Tentunya akan sangat mengecewakan para investor bukan? Dan bisa membuat investor menjadi trauma dan menganggap bahwa semua investasi adalah penipuan.

Padahal tidak semua investasi itu penipuan, semuanya harus berdasarkan pengetahuan dari sang investor.

Maka dari itu mari kita kenali apa itu Ponzi atau Investasi Palsu yang saat ini sangat banyak bermunculan di semua kalangan yang merugikan banyak investor dan masyarakat awam.


Apa itu Ponzi?

Skema Ponzi merupakan sebuah jenis investasi palsu.

Mengapa disebut palsu? faktanya modus investasi ini menipu seseorang atau investor dengan menawarkan umpan atau timbal balik yang menggiurkan yakni mendapatkan uang dengan cepat dan mudah. Padahal cara membayarkan keuntungan kepada investor tersebut menggunakan uang dari investor itu sendiri dan bukan dari keuntungan yang diperoleh dari individu atau organisasi yang menjalankan investasi ini.

Skema ponzi ini dicetuskan pertama kali oleh Charles Ponzi yang berasal dari Itali. Kemudian Skema Ponzi ini menjadi terkenal pada tahun 1920 karena penciptanya meraup keuntungan mencapai 7 Juta US dollar pada kala itu dari korban-korbannya.

Cara kerja skema ponzi dalam mendapatkan uang adalah dengan mewajibkan Investor atau anggota baru untuk membayar biaya kepesertaan diawal atau biasa disebut deposit saat ingin bergabung dengan ponzi yang berkedok sebagai Investasi palsu ini.

Karena dijanjikan akan mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat dan tanpa resiko, akibatnya banyak orang yang terjerat dalam investasi palsu ini dan rela untuk memberikan uang mereka sebagai syarat untuk bergabung dalam skema ponzi ini.

– Skema ponzi seperti skema piramida

ponzi seperti piramida

Beberapa praktik pada skema ponzi ini mewajibkan Investor untuk merekrut atau mengajak orang lain agar ikut serta dalam ponzi ini agar uang para investor yang selanjutnya ini dapat diberikan kepada investor yang sebelumnya. Skema ini bisa disebut juga sebagai skema piramida karena anggota yang baru bergabung akan menjadi tingkatan seperti piramida dan biasanya skema ponzi juga identik membentuk arisan berantai atau berkedok mutli level marketing (MLM).

Ada juga beberapa praktik skema ponzi yang tidak mengharuskan anggota untuk mencari anggota baru, karena pencarian anggota dilakukan perusahaan. Walaupun anggota tidak perlu mencari anggota baru, namun mereka tetap mendapatkan uang dari orang-orang baru yang mendaftar. Cara ini biasanya digunakan dalam bentuk koperasi atau bank gelap.

Namun perlu dicatat, keuntungan hanya akan didapatkan selama ada anggota baru yang bergabung. Artinya, jika tidak ada anggota baru yang mau bergabung maka skema ini akan hancur, dan yang paling merasakan kerugian dalam skema ini adalah anggota yang baru mendaftar, karena anggota tersebut belum sempat merasakan keuntungan dari anggota baru selanjutnya. Bukan hanya belum merasakan mendapatkan keuntungan, bahkan uang atau deposit yang sudah diberikan di awal saat pendaftaran lenyap.

Praktik investasi bodong dengan skema Ponzi sudah banyak terjadi di Indonesia sejak tahun 1990-an, Beberapa contoh penawaran investasi dengan skema Ponzi yang ada di Indonesia antara lain :

  1. PT. Qurnia Subur Alam Raya (QSAR)
  2. Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah
  3. Virgin Gold Mining Coperation (VGMC)
  4. Abu Tours
  5. First Travel Anugrah Karya Wisata
  6. Manusia Membantu Manusia (MMM)
  7. Pandawa Group
  8. MeMiles

Apa ciri-ciri Ponzi?

Secara umum, penipuan berkedok investasi dengan skema ponzi ini memiliki ciri khas tersendiri yang wajib diketahui oleh masyarakat agar tidak mudah terjebak didalamnya. Ciri-ciri tersebut antara lain:

Ponzi menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat

ponzi menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat

Setiap investasi memang menjanjikan keuntungan. Namun, keuntungan besar dari investasi hanya bisa diperoleh dalam waktu lama. Sedangkan skema ponzi ini menjanjikan investasi dengan keuntungan yang lebih besar dan tentunya dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan Investasi pada umumnya.

Masyarakat perlu mewaspadai jika menemukan model investasi seperti ini. Karena pada dasarnya, setiap investasi tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit agar dapat memperoleh keuntungan dari bisnis yang dijalankan.

Artinya, perlu untuk dicurigai jika ada sebuah investasi yang menawarkan return yang sangat besar hanya dalam waktu singkat. Hal ini karena return yang tinggi seringkali digunakan oleh bisnis ponzi untuk menarik minat para investor mereka.

Apabila instrumen investasi ini benar-benar ada, tentu saja semua orang akan berbondong berinvestasi ke dalam project jenis ini. Akan tetapi, hal ini tentu saja “to good to be true” karena dalam investasi kita harus paham konsep “high risk high return”.

– Ponzi tidak memiliki suatu produk bisnis yang jelas

Dalam investasi, yang diinvestasikan adalah produk yang dijual oleh suatu Perusahaan. Produk tersebut harus jelas dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Perusahaan juga akan menjelaskan secara jelas produk apa yang mereka jual.

Ciri-ciri suatu investasi disebut bodong adalah jika perusahaan maupun perwakilannya tidak dapat menjelaskan produk yang mereka jual dan malah fokus dengan iming-iming keuntungan besar.

Skema ponzi juga dapat berkamuflase pada instrumen investasi dengan model bisnis abstrak seperti forex. Oleh karena itu, dalam kasus seperti ini penting untuk mengecek legalitas perusahaan sebelum ikut bergabung, seperti apakah perusahaan tersebut dan apakah perusahaan tersebut sudah tercatat secara sah di OJK.

Skema ponzi adalah modus penipuan yang cukup sulit dilacak pada tahap awal. Karena biasanya skema ponzi seringkali mengaku sebagai instrumen investasi baru sehingga banyak masyarakat yang tergoda di awal. Salah satu contohnya adalah Robot Trading.

Apakah robot trading yang sedang populer saat ini juga termasuk salah satu ponzi?

Tentu saja tidak semua robot trading itu termasuk kedalam ponzi. Namun bukan tidak mungkin jika ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan situs investasi ilegal tak berizin atau bodong yang memanfaatkan robot trading menjadi kedoknya.

Produk atau perusahaan ponzi biasanya berasal dari Luar Negeri

Tidak semua investasi luar negeri menggunakan skema ponzi. Namun, di berbagai paltform investasi bodong yang berhasil ditemukan oleh OJK, banyak di antaranya yang merupakan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia secara ilegal.

Dalam hal ini, masyarakat perlu berhati-hati jika mendapat tawaran untuk berinvestasi di platform investasi yang berasal dari luar negeri. Dan perlu melakukan pengecekan legalitas perusahaannya melalui OJK.

Skema ponzi perlu terus mengundang investor atau anggota baru

Skema ponzi biasanya memberi insentif atau reward jika anggota lama bisa merekrut banyak anggota baru.

Banyak cara yang ditempuh untuk menarik minat dari calon investor atau calon anggota baru agar mau bergabung. Salah satunya dengan cara mengundang tokoh-tokoh penting, seperti tokoh masyarakat atau saat ini dikenal sebagai artis/selebgram, tokoh agama, politik, dan sebagainya, agar bisnis perusahaan ponzi ini terlihat lebih meyakinkan dan dapat menarik perhatian investor.

Imbal hasil ponzi tidak melihat pergerakan ekonomi

Biasanya setiap produk investasi tentu akan memberikan imbal hasil yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi.

Jika ekonomi sedang baik imbal hasil yang diberikan juga cnederung meningkat, begitu pula sebaliknya.

Hal ini berbeda pada investasi bodong atau skema ponzi ini, Investasi ini memberikan hasil yang konsisten secara terus menerus tak peduli dengan kondisi ekonomi yang sedang terjadi.

Investor ponzi akan dipersulit jika ingin menarik dana investasinya

Karena investasi skema ponzi ini tidak benar-benar menjalankan bisni yang jelas, maka pada dasarnya perusahaan hanya memutar-mutar uang deposit yang diberikan oleh investor. Sehingga, perusahaan tidak benar-benar memiliki uang yang diputar pada bisnis tertentu.

Oleh karena itu, ketika investor memutuskan untuk menarik dana investasinya, perusahaan akan mempersulit bahkan dengan janji tambahan akan diberikan return yang lebih besar jika investor tersebut tetap bertahan. Namun, jika sang investor tetap memilih bertahan, maka kemungkinan besar disaat dana perusahaan investasi palsu ini sudah banyak karena bertambahnya investor. Jangan kaget ketika jika nantinya pengembalian dana akan mulai macet dan si pengelola investasi akan susah ditemui. Bahkan, bisa saja menghilang tanpa jejak dan kabur membawa lari semua dana tersebut.


Cara terhindar dari skema Ponzi

Agar terhindar dari skema ponzi dalam berinvestasi, maka dari itu perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:

Waspadalah terhadap undangan yang tidak terduga

undangan ponzi

Jika terdapat seseorang yang menghubungi anda secara tidak terduga, bisa jadi teman atau kerabat lama yang sudah lama tidak berkomunikasi, dan kemudian mengundang anda ke sebuah seminar tentang finansial atau investasi.

Seringkali, undangan tak terduga ini adalah sebuah cara untuk menipu kita agar mau ikut dalam skema ponzi ini.

Waspada jika menemukan instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan yang tidak wajar (terlalu besar dan tidak logis)

Pada normalnya, investasi reksadana memberikan keuntungan sekitar 9-11% dan 19-21% keuntungan per tahun untuk investasi di perusahaan. Sementara investasi bodong biasanya memberikan janji keuntungan sebesar 40-50% per tahun. Terlihat jelas perbedaan dari keuntungan yang didapatkan antara Investasi pada umumnya dengan ponzi yang hampir 2 sampai 3 kali lipatnya. Oleh karena itu patut untuk dicurigai, karena besarnya keuntungan yang ditawarkan hanyalah sebuah kedok untuk mencuri minat investor.

Memastikan status hukumnya

ponzi tidak memiliki status hukum

Di setiap negara, semua investasi memiliki badan hukum yang menjamin keamanan investasi. Hal ini untuk memberikan perlindungan hukum pada investor jika terjadi masalah pada sebuah investasi. Sebelum melakukan investasi, harus dipastikan bahwa perusahaan tersebut telah memiliki ijin usaha dari OJK. Jika bergerak di bidang jasa keuangan, maka harus memiliki ijin usaha dari Kemendag atau BPKM.

Memahami seperti apa bentuk investasinya

Bentuk investasi terbentuk menjadi 2 macam yaitu, Investasi Aktiva Riil dan Investasi Aktiva Finansial. Contohnya dalam Investasi Aktiva Riil adalah Investasi tanah, logam mulia, properti, dan lain-lain. Lalu contohnya dalam Investasi Aktiva Finansial adalah investasi deposito dan saham.

Maka sebelum melakukan investasi, perlu diketahui bentuk investasinya terlebih dahulu. Jika investasi yang akan dilakukan tidak ada dalam kedua bentuk investasi tersebut, maka perlu dicurigai jika itu merupakan investasi palsu atau ponzi.

Kesimpulannya, skema ponzi adalah salah satu modus penipuan yang perlu diketahui oleh investor maupun masyarakat awam. Pasalnya, skema ponzi telah memakan banyak korban hingga saat ini, dan sebuah keuntungan dari ponzi hanya akan diberikan selama ada anggota baru yang bergabung. Diharapkan setelah membaca artikel ini mengenai apa itu skema ponzi, dapat membantu masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menghindari tawaran-tawaran investasi yang hanya akan menjerumuskan seperti ponzi ini.

One thought to “Kenali Apa Itu Ponzi, Ciri-ciri dan Cara Menghindarinya!”

Leave a Reply

Your email address will not be published.